Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset lintas disiplin. Pada Kamis hingga Jumat, 8-9 Januari 2026, perwakilan dosen dan mahasiswa Program Doktor (S3) TL ITB turut serta dalam 1st Internal Consortium Workshop U’GOOD yang diselenggarakan di Ruang Pasopati, Hotel Porta, Yogyakarta.
Lokakarya ini merupakan bagian dari proyek riset kolaboratif U’GOOD yang berjudul “Redefining relational wellbeing to bolster resilience and collective action in climate change in Indonesian youth” yang didanai oleh Fondation Botnar (Swiss) dan dikelola oleh National Research Foundation (NRF) dan Human Sciences Research Council (HSRC) Afrika Selatan. Konsorsium penelitian ini menyatukan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), dan ITB, serta mitra komunitas pemuda Kolaborasi Bumi dan SPEAK Indonesia. Kegiatan workshop ini sendiri diselenggarakan oleh Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (CHBP) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Peran Delegasi ITB
Dalam konsorsium tersebut, delegasi Teknik Lingkungan ITB diwakili oleh Dr. Anindrya Nastiti dan mahasiswa S3, Rismalia Dana Putri. Pada sesi presentasi, tim ITB mendapat kesempatan untuk memimpin pemaparan mengenai konsep Relational Wellbeing (RWB).
Fokus utama presentasi yang dibawakan oleh Rismalia dan Dr. Anindrya menyoroti persimpangan tematik dari hasil scoping review mereka, yang mencakup empat elemen krusial, yaitu Youth (Pemuda), Relational Wellbeing (RWB), Adaptation Infrastructure (Infrastruktur Adaptasi), dan Environmental Risk (Risiko Lingkungan).
Tim ITB menguraikan bahwa asesmen risiko lingkungan dan perencanaan infrastruktur adaptasi konvensional sering kali masih berpusat pada aspek teknis dan material semata. Melalui pendekatan RWB, riset ini menawarkan kebaruan dengan melihat bagaimana infrastruktur adaptasi berinteraksi dengan kehidupan sosial pemuda. Kajian ini menggarisbawahi bahwa penyediaan infrastruktur adaptasi harus lebih dari sekadar pelindung fisik, melainkan juga berperan vital dalam merawat dinamika relasional pemuda.
Sinergi Metodologi dan Aksi Lintas Institusi
Selain pemaparan konsep dari ITB, lokakarya ini juga dimanfaatkan untuk mematangkan fondasi administratif dan metodologi riset secara keseluruhan. Pada sesi awal, tim UGM selaku tuan rumah memimpin pemaparan administratif terkait komisi etik, pendanaan, dan pembagian peran tugas secara spesifik.
Sementara itu, pada sesi lanjutan, tim dari Universitas Udayana (UNUD) memimpin diskusi terkait metodologi penelitian, timeline pengambilan data, serta perancangan instrumen pendekatan kualitatif. Pendekatan ini nantinya akan melibatkan metode partisipatif bersama komunitas pemuda, yang akan dilaksanakan melalui kegiatan seperti Focus Group Discussion (FGD), pemetaan partisipatif, hingga photovoice.
Keterlibatan aktif peneliti dosen dan mahasiswa ITB dalam proyek U’GOOD ini menjadi bukti nyata kontribusi institusi dalam merumuskan solusi permasalahan lingkungan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada kesejahteraan manusia, khususnya demi membangun ketahanan iklim generasi muda di masa depan.