Program Studi
S1 Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Institute Teknologi Bandung
Profil Program Studi
S1 Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Program Studi S1 Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL) ITB mempersiapkan lulusan yang mampu merancang, membangun, dan mengelola infrastruktur yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Bidang kajian meliputi sistem air bersih, pengelolaan air limbah, drainase, pengendalian banjir, pengelolaan limbah padat, hingga infrastruktur mitigasi perubahan iklim.
RIL menggabungkan prinsip teknik sipil, teknik lingkungan, dan perencanaan wilayah untuk menghasilkan solusi infrastruktur yang tangguh (resilient), ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Lulusan dibekali kemampuan teknis, manajerial, serta pemahaman regulasi dan kebijakan yang relevan.
Visi
Misi
Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan lulusan kompeten di bidang rekayasa infrastruktur lingkungan.
Mengembangkan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Mendorong inovasi teknologi untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan infrastruktur.
Memperluas jejaring kerjasama nasional dan internasional dalam pendidikan dan penelitian.
Prestasi & Pengakuan
Akreditasi BAN-PT: Unggul
Akreditasi Internasional: IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education)
Kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset internasional
Pemenang kompetisi inovasi teknologi lingkungan tingkat nasional & internasional
Kontributor aktif dalam perumusan kebijakan lingkungan nasional
Tujuan Pendidikan
Menghasilkan sarjana yang mampu merancang, mengimplementasikan, dan memelihara infrastruktur lingkungan secara efektif.
Membekali lulusan dengan kemampuan analitis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah infrastruktur berbasis prinsip keberlanjutan.
Menanamkan etika profesional dan tanggung jawab sosial dalam setiap aspek perancangan dan pengelolaan infrastruktur.
Capaian Lulusan
Lulusan S1 Rekayasa Infrastruktur Lingkungan ITB mampu:
Menguasai prinsip matematika, sains, dan teknik untuk rekayasa infrastruktur lingkungan.
Merancang sistem infrastruktur yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melakukan analisis risiko dan evaluasi kinerja infrastruktur.
Berkolaborasi dalam tim multidisiplin.
Menggunakan teknologi terkini dan perangkat lunak teknik untuk perancangan dan pengelolaan infrastruktur.
Memahami aspek hukum, kebijakan, dan ekonomi yang terkait dengan pembangunan infrastruktur.
Struktur Kurikulum
Total beban studi: 144 SKS dalam 8 semester, terdiri dari:
Mata Kuliah Umum – Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, Pancasila, Agama.
Mata Kuliah Dasar Teknik – Mekanika, Mekanika Fluida, Statika, Hidrologi, Geoteknik Dasar.
Mata Kuliah Keahlian RIL – Sistem Penyediaan Air Bersih, Sistem Pengelolaan Air Limbah, Perencanaan Drainase, Teknik Pengelolaan Limbah Padat, Infrastruktur Hijau, Manajemen Infrastruktur.
Mata Kuliah Pilihan – Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim, Desain Bangunan Air, Teknologi Desalinasi, Manajemen Proyek Infrastruktur.
Praktikum & Kerja Lapangan – Pengalaman langsung di proyek infrastruktur lingkungan.
Tugas Akhir – Proyek perancangan atau penelitian terkait infrastruktur lingkungan.