Prismita Nursetyowati (Mita), mahasiswa Program Doktor Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung, yang sedang menempuh program double degree dengan Coventry University, Inggris di Centre for Agroecology, Water and Resilience, terpilih sebagai peserta dalam São Paulo School of Advanced Science on Emerging Pollutants yang diselenggarakan pada 2–13 September 2025 di Santos, Brasil.
Program ini didanai penuh oleh São Paulo Research Foundation (FAPESP) dan bertujuan mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk mendalami isu emerging pollutants. Kegiatan berlangsung selama 12 hari dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan aspek sains lingkungan, teknik, dan kesehatan masyarakat, melalui kuliah pakar, diskusi ilmiah, studi kasus, kunjungan lapangan, serta kegiatan kolaboratif seperti hackathon. Topik yang dibahas mencakup berbagai jenis kontaminan prioritas global, termasuk senyawa farmasi, pestisida, PFAS, mikroplastik, serta gen resistensi antimikroba. Program ini juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dan kebijakan dalam pengelolaan pencemar yang belum sepenuhnya terpantau dalam sistem regulasi konvensional.
Dalam kegiatan tersebut, Mita mempresentasikan poster penelitian doktoralnya yang berfokus pada kontribusi sistem septik terhadap pencemaran antibiotik di lingkungan perairan, dengan studi kasus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu, khususnya pada wilayah dengan akses sanitasi aman yang masih terbatas. Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara penggunaan antibiotik, sistem sanitasi terdesentralisasi, serta potensi risiko lingkungan melalui pendekatan analisis kimia lingkungan dan penilaian risiko. Partisipasi dalam program ini tidak hanya memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional, tetapi juga memperkuat posisi Program Studi Teknik Lingkungan ITB dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan lingkungan global terkini, khususnya menyoroti aspek sanitasi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.